Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Membangun Pendidikan dengan Ideologi

Penyebab kegagalan sekolah bukanlah dikarenakan para mafia pendidikan yang keji melakukan kolusi dan komplotan jahat, akan tetapi Kegagalan pendidikan disebabkan oleh gagalnya seluruh jajaran pendidikan untuk berpikir mendalam dan secara serius mengenai tujuan-tujuan serta konsekuensi-konsekuensi pendidikan.   
Dalam buku ini Wiliam F. O’neil memaparkan tentang berbagai macam ideologi pendidikan yang menjadi dasar pelakasanaannya sehingga pendidikan tidak terkesan hanya sebuah rutinitas tanpa tujuan yang jelas. O’neil membagi ideologi pendidikan menjadi enam macam, ini berbeda dengan pemetaan ideologi pendidikan yang selama ini dirumuskan oleh Henry Giroux dan Aronowits yang hanya memetakan ideologi pendidikan menjadi tiga aliran yaitu, konservatif, liberal dan kritis.
Enam aliran yang dipaparkan oleh O’ neil dalam buku ini, pertama aliran fundamentalisme pendidikan. Aliran ini mengatakan bahwa masyarakat kontemporer dihadapkan pada keruntuhan moral dalam waktu dekat, dan keharusan yang wajib dilakukan adalah merombak tolok ukur keyakinan dan perilaku konvensional dengan cara kembali ke ciri-ciri kebaikan yang lebih tinggi di masa silam. Oleh karena itu aliran ini mengatakan bahwa sasaran dan tujuan pendidikan adalah untuk membangkitkan cara-cara lama yang lebih baik untuk memapankan kembali tolok ukur keyakinan dan perilaku tradisional.
Aliran kedua adalah intelektualisme pendidikan. Aliran ini dilandaskan oleh pernyataan yang mengatakan bahwa manusia tidak dilahirkan dengan bekal ilmu pengetahuan yang eksplisit mengenai kebenaran. Oleh karena itu harus ada kesadaran yang bisa diperoleh melalui pengalaman yang dipelajari dalam dunia alamiah. Bagi aliran ini, sekolah merupakan tempat mengajar para siswa untuk menalar dengan berpikir secara jernih dan tertata, karena seorang siswa pada dasarnya dapat menentukan nasibnya sendiri; ia memiliki kehendak bebas yang personal.
Aliran ideologi pendidikan selanjutnya adalah konservatisme pendidikan. Aliran ini mengatakan bahwa tujuan atau sasaran pendidikan itu untuk pelestarian pola-pola kemapanan sosial serta tradisi-tradisi. Bagi aliran ini pendidik harus menghormati masa silam, namun ia juga harus memusatkan perhatiannya pada kegunaan dan penerapan belajar-mengajar di dalam konteks sosial yang ada sekarang.
Perubahan yang rasional dan evolusioner dalam pendidikan harus dilakukan demi memajukan kebebasan individual serta untuk memaksimalkan potensi-potensi siswa sepenuhnya. Pernyataan itulah yang menjadi tujuan aliran keempat, liberalisme pendidikan.
Sedangkan tujuan aliran ideologi pendidikan yang kelima, liberasionisme pendidikan adalah mendorong pembaharuan sosial dengan cara memaksimalkan kemerdekaan personal di dalam sekolah, serta mengkondisikan pendidikan dengan kondisi yang manusiawi.
Aliran yang terakhir yaitu anarkisme pendidikan. Aliran ini sebenarnya memiliki kesamaan dengan liberalism pendidikan yang mengharuskan adanya perubahan, Cuma perubahan yang dikehendaki oleh aliran ini bukan sifatnya evolusioner tetapi revolusioner. Pendidikan bagi aliran ini harus membawa perubahan berskala besar dan segera di dalam masyarakat dengan cara menghilangkan persekolahan wajib, sistem persekolahan formal harus dihapuskan sepenuhnya dan digantikan dengan belajar sukarela. Sistem kesempatan belajar tetap harus ada tapi tanpa pengajaran wajib.  
Sebetulnya dalam buku ini penjelasan dari masing-masing aliran begitu sangat rinci, misalnya pembagian dari masing-masing aliran, seperti fundamentalisme yang dibagi lagi menjadi tiga bagian, namun pembagian ini malah membuat makin rumit buku ini. Malah buku ini akan lebih sulit dipahami, bukan Cuma karena bahasanya yang hasil terjemahan tapi juga pembahasan yang terlalu melebar seperti pembahasan aliran liberalisme dimuali dari bahasan mengenai liberalisme Kristen protestan. Akan lebih mudah dipahami jika langung fokus pada ideologi alirannya kemudian menjelaskan tentang pemikiran tokoh-tokohnya. 
Terlepas dari kekurangan di atas, buku ini patut diberi apresiasi karena merupakan salah satu buku yang membahas mengenai ideelogi pendidikan yang isinya cukup lengkap. Selain itu buku ini juga sangat membantu memahami latar belakang pertikaian dalam ideologi pendidikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar